Warga Way Kalam Minta Pelabaran Jembatan Utama

49
Randi Pratama – Sekretaris Desa Way Kalam, Anwar Haqiqi, mengecek kolong jembatan yang menghubungkan ke desa Padan, Rabu (25/11/2020).

PENENGAHAN – Warga desa Way Kalam, Kecamatan Penengahan, meminta pemerintah daerah melebarkan jembatan utama yang menjadi penghubung ke Desa Padan. Jembatan yang berusia  puluhan tahun itu dianggap kurang layak untuk menyokong padatnya mobilitas kendaraan.

Ukuran jembatan tersebut memang terbilang sempit. Hanya berukuran sekitar 2,5 meter. Artinya cuma bisa dilalui oleh satu mobil. Jika ada mobil dari dua arah yang hendak melintas, maka salah satunya harus mengalah. Dan mempersilakan mobil lain melintas dahulu.

Warga menilai jembatan yang dibangun pada 27 Oktober 1997 ini sudah mengalami beberapa kerusakan. Di bagian bawah, misalnya, bangunan semen mulai sedikit retak. Tetapi bukan hal ini yang dipersoalkan. Warga ingin jembatan penghubung dusun Way Kalam, dan Rawa Anum ini dilebarkan.

BACA :  Nakes Mulai Registrasi Vaksinasi

“Maunya kami di sini, jembatannya dilebarkan sedikitlah. Biar mobil itu jalannya lancar,” kata Abdul (37), kepada Radar Lamsel, Rabu (25/11/2020).

Sekretaris Desa Way Kalam, Anwar Haqiqi, mengamini jika jembatan itu kurang memadai untuk menyokong mobilitas kendaraan yang mulai padat. Apalagi saat musim panen tiba, masyarakat yang membawa mobil harus rela mengantre karena jembatan itu tidak bisa dilalui dua mobil sekaligus.

BACA :  Nakes Mulai Registrasi Vaksinasi

“Kami percaya jembatan ini kokoh. Tapi mungkin akan lebih baik kalau pemerintah berkenan melebarkannya lagi,” katanya.

Menurut dia, jembatan tersebut sangat fungsional dan memiliki peran vital karena menghubungkan dusun, serta dua desa. Andai kata jembatan itu ambruk, maka warga bisa terisolasi. Karena alasan ini, Qiqi mengatakan meminta pemerintah daerah untuk meninjau jembatan tersebut.

“Kami berbicara kepentingan warga, dan masyarakat banyak. Mungkin akan lebih baik kalau dilebarkan lagi,” katanya. (rnd)