Waspada Cuaca Ekstrem

565

Pohon Tumbang Menimpa Rumah, Tiga Luka-luka

PENENGAHAN – Masyarakat di Kabupaten Lampung Selatan tengah dilanda musibah akibat cuaca ekstrem yang terjadi belakangan ini. Tidak hanya bencana alam banjir, rumah Sumardi (62) warga Dusun Sumbersari, Desa Pasuruan, Kecamatan Penengahan menjadi korban pohon tumbang sekitar pukul 23.30 WIB, Sabtu (7/4) pekan lalu.

Akibat musibah tersebut, tiga orang penghuni rumah mengalami luka disejumlah bagian tubuh akibat tertimpa puing-puing atap rumah. Rumah semi permanen tersebut juga mengalami kerusakan parah dan kerugian ditafsir mencapai Rp15 jutaan.

Warga diminta untuk terus waspada dalam menghadapi cuaca ekstrem yang terjadi belakangan ini. Terlebih, rumah-rumah yang letaknya dekat dengan pepohonan besar karena hujan yglang turun disertai angin kencang.

“Ya, kita minta masyarakat terus meningkatkan kewaspadaannya pada situasi cuaca ekstrem yang masih melanda wilayah kita. Apalagi, hujan yang turun selalu disertai angin kencang. Musibah pohon tumbang juga perlu kita waspadai supaya tidak terjadi lagi seperti yang dialami warga Pasuruan,” ungkap Kepala BPBD Lamsel I Ketut Sukerta, SE kepada Radar Lamsel, kemarin.

BACA :  Karangan Bunga Berujung Prasangka

Dia menjelaskan, kejadian yang dialami keluarga Sumardi berawal dari turun hujan deras sekitar pukul 23.30 WIB. Sekitar 10 menit hujan berlangsung, angin semakin kencang dan membuat pohon berdiameter batang 50 centimeter yang berada tepat di belakang rumahnya ini patah  bagian tengah dan langsung menimpa sebagian atap rumah.

“Maka kami himbau agar warga memangkas pepohonan besar yang ada di sekitar rumah. Supaya, terpaan angin kencang tidak membuat pohon tumbang yang dampaknya bisa membahayakan seluruh anggota keluarga dirumah. Peristiwa ini jadi peringatan keras kita semua agar terus meningkatkan kewaspadaan,” terangnya.

BACA :  Aktifkan Kader Jumantik Siasati DBD

Lebih lanjut dia mengatakan, selain kepala keluarga yang mengalami luka terkilir di bagian pundak akibat tertimpa reruntuhan atap rumah, dua anak Sumardi juga mengalami luka-luka. Meraka adalah Syahyudi Dian Pratama (9) mengalami luka di bagian pelipis dan memar dikepala serta Aldo Alfareza yang baru berusia 11 bulan mengalami luka di dahinya akibat tertimpa atap rumah.

“Korban langsung kami bawa dengan ambulance BPBD oleh petugas piket ke tempat berobat terdekat supaya mendapatkan pertolongan cepat. Mudah-mudah kedepan tidak ada lagi warga kita yang tertimpa musibah,” pungkasnya. (idh)

BAGIKAN