Winarni Gencar Cegah Stunting dan Gizi Buruk

60
Rifky - Duta Swasembada Gizi Lamsel Hj. Winarni Nanang Ermanto saat menandatangani komitmen bersama, Selasa (4/8).

TANJUNG SARI – Dalam menuntaskan stunting atau gagal tumbuh karena kurangnya gizi kronis pada anak, upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan (Lamsel) tak lagi diragukan. Hal itu ditunjukkan oleh Duta Swasembada Lamsel, Hj. Winarni Nanang Ermanto saat Roadshow swasembada gizi di Kecamatan Tanjung Sari, Selasa (4/8).

 

Roadshow swasembada gizi di Kecamatan Tanjung Sari menuju ke tiga desa, yaitu Desa Bangun Sari, Wawasan dan Wonodadi yang dihadiri oleh ketua Dharma Wanita Yani Thamrin, PPPK Lamsel Anasrullah, Kabid PAUD Ahmadin, DPRD Lamsel fraksi PDIP Asmara, seluruh Upika serta Kepala Desa di kecamatan tersebut.

 

Pada kesempatan itu, Winarni mengatakan program tersebut bertujuan agar terciptanya generasi muda yang berkualitas, sehingga menjadikan generasi pemimpin yang lebih baik.

BACA :  Satu Positif, Sekeluarga Dirapid Tes

 

“Penuntasan stunting merupakan tanggung jawab masyarakat, TNI, Polri, dan pemerintah. Puncaknya ada di pemerintah desa. Oleh karena itu, kita bergerak bersama menuntaskan program swasembada gizi untuk mencegah stunting. Targetnya tahun 2023, stunting di Lampung Selatan dibawah lima persen bahkan nol persen. ” Ungkapnya.

 

Terdapat lima layanan program swasembada gizi, yakni layanan Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), layanan konseling gizi, layanan sanitasi dan air bersih, layanan sosial dan layanan PAUD.

 

Lanjut, Winarni juga berpesan kepada setiap ibu hamil untuk senantiasa memeriksakan kandungan ke Posyandu di desa guna mencegah timbulnya stunting.

BACA :  Satu Positif, Sekeluarga Dirapid Tes

 

“Mulai usia nol sampai 1000 hari pertama kehidupan harus diperhatikan, untuk ibu hamil rutin periksa ke posyandu. Jika sudah berusia dua tahun jika sudah terkena stunting akan sulit untuk disembuhkan,” Ungkapnya.

 

Terpisah, Kades Wonodadi Suparman mengapresiasi program tersebut. Saat ini, pengidap di desa tersebut berjumlah tujuh anak, namun jumlah itu sudah jauh berkurang dibanding sebelumnya.

 

“Sekarang sudah berkurang tinggal tujuh anak. Adanya program swasembada gizi ini, nanti akan kita bentuk tim yang akan bergerak menuntaskan stunting di Desa Wonodadi,” Pungkasnya.

 

Kegiatan itu dimeriahkan dengan pembagian doorprice berupa thumbler dan kotak makanan anak dan diakhiri dengan penandatanganan komitmen.(cw1)