Wisata Air Terjun Curug Anakan Dibuka

165

PENENGAHAN – Kabar baik masyarakat yang rindu berkunjung ke destinasi air terjun di Desa Way Kalam, Kecamatan Penengahan. Pemerintah desa setempat sudah membuka akses wisatanya. Jadi masyarakat sudah bisa menikmati indahnya pemandangan air terjun di desa itu.

Namun destinasi wisata yang dibuka sementara hanya berlaku untuk air terjun Curug Anakan. Sekretaris Desa Way Kalam, Anwar Haqiqi, mengatakan pihaknya harus mempertimbangkan banyak hal untuk akses wisata di saat seperti ini. Sebab, wabah Covid-19 belum benar-benar pergi.

“Kalau air terjun Way Kalam saat ini masih direhab. Mungkin kalau sudah selesai bakal kami buka secepatnya,” katanya kepada Radar Lamsel, Senin (15/6/2020).

BACA :  Pemdes Banjarmasin Sukses Bangun Infrastruktur Tahun 2020

Meski dibebaskan berkunjung, wisatawan harus mematuhi aturan yang telah ditetapkan pemerintah desa. Pengunjung wajib menggunakan masker. Kemudian, petugas yang berjaga di Posko Covid-19 Desa Way Kalam bakal mengecek suhu tubuh pengunjung untuk memastikan kondisi kesehatan mereka.

“Iya dong. Kita periksa dulu di posko, mereka (pengunjung) wajib menerapkan protokol kesehatan sesuai anjuran pemerintah. Kalau tidak, ya tidak boleh masuk,” katanya.

Pada awal Juni lalu, rombongan anak muda yang mengaku dari Kota Bandar Lampung ini pun terpaksa balik arah. Meski sempat melakukan perundingan, aparatur desa yang berjaga di posko tetap tidak memberikan izin. Jika dilakukan, maka hal itu akan melanggar aturan yang dibuat oleh pemerintah. Mungkin juga Desa Way Kalam akan menerima sanksi.

BACA :  Pemdes Banjarmasin Sukses Bangun Infrastruktur Tahun 2020

Kepala Desa Way Kalam, Abdul Rasyid, mengatakan pihaknya sudah mensosialisasikan penutupan destinasi wisata air terjun Way Kalam. Hanya saja, hal itu baru disampaikan di media sosial desa. Abdul Rasyid mengatakan pihaknya bakal membuat banner yang berisikan penutupan destinasi wisata di desanya.

“Kita sebetulnya senang, tapi sedih juga. Senang karena banyak masyarakat yang ingin berkunjung, tetapi sedih karena kita harus melarang mereka,” katanya. (rnd)