Yayasan PKPA Beri Bantuan Pengungsi Tsunami Lamsel

252
Ist. For Radar Lamsel - Yayasan Pusat Kajian dan Perlindungan Anak (PKPA) Indonesia yang berkantor di Medan, Sumatara Utara (Sumut) mendistribusikan bantuan untuk para pengungsi tsunami Selat Sunda diwilayah Kecamatan Rajabasa, Sabtu (23/2).

RAJABASA – Yayasan Pusat Kajian dan Perlindungan Anak (PKPA) Indonesia yang berkantor di Medan, Sumatara Utara (Sumut) mendistribusikan bantuan untuk para pengungsi tsunami Selat Sunda diwilayah Kecamatan Rajabasa, Sabtu (23/2).

          Pendistribusian bantuan tersebut sebagai bentuk respon postif terhadap warga ditiga desa yakni Desa Sukaraja, Way Muli Timur, dan Desa Kunjir yang terkena bencana tsunami pada 22 Desember 2018 yang hingga kini masih berada di kamp pengungsian.

          Koordinator Program Sunda Strait Tsunami Emergency Respon PKPA Teuku Satria Mahmud mengatakan, PKPA mendapat dukungan dari Lembaga Malteser Internasional (MI) German untuk membantu dan meringankan duka yang dihadapi oleh seluruh korban terdampak tsunami selat sunda di Lampung selatan yang saat ini masih menempati camp pengungsian.

BACA :  Semua Kru Bertahan di Kapal Kandas

          “Berdasarkan hasil asessment yang dilakukan oleh tim PEA (PKPA Emergncy Respon) bersama relawan lokal, dipetakan bahwa masih sangat banyak kebutuhan pengungsi yang tinggal di camp pengungsian belum direalisasi dengan baik dan maksimal. Oleh karena ini kami mersponnya dengan memberikan berbagai jenis bantuan yang dibutuhkan para pengungsi tsunami diwilayah Kecamatan Rajabasa,” ujar Teuku Satria Mahmud melalui press rillis yang diterima Radar Lamsel, Minggu (24/2) siang.

          Teuku menuturkan, adapun bentuk bantuan yang diberikan berupa 172 paket kebersihan, 172 paket perlengkapan dapur, 172 paket Air bersih, 300 paket perlengkapan sekolah, dan perlengkapan permainan anak.

“Bantuan yang kami distribusikan ini merupakan dukungan dari Lembaga Malteser Internasional (MI) German, untuk membantu dan meringankan duka yang dihadapi oleh seluruh korban terdampak tsunami selat sunda di Lampung Selatan yang sampai saat ini masih menempati kamp-kamp pengungsian,” terangnya.

BACA :  Kapal Logistik Ditarik, Kerusakan Belum Ditelisik

          Teuku berharap, bantuan yang diberikan dapat meringankan beban dan duka para korban terdampak tsunami selat sunda yang masih tinggal di kamp pengungsian, maupun yang sudah menempati hunian sementara (huntara) yang disediakan oleh pemerintah daerah setempat.

          “Selain mendistribusikan bantuan, kami juga melakukan assesment kondisi perekonomian masyarakat korban dampak tsunami diwilayah Kecamatan Rajabasa. Yang tujuannya untuk mencarikan solusi bagaimana membangun kembali usaha dan pekerjaan tetap masyarakat, pasca bencana. Sehingga masyarakat yang terdampak bencana bisa kembali menata kehidupan baru, dan melakukan aktifitas normal seperti semula,” pungkasnya. (iwn)